You and I
Sunday, April 2nd, 2006People can be sooooo confusing…Like u, I really confuse about u. One day u can be very nice and kind. Another day u just missing… I know nothing about u. Why u act like that? I don’t know for sure. Distance is a problem, I know it for sure.
Just read this out, I got it from class:
KAU DAN AKU
Kau dan aku berada dalam hubungan yang aku hargai dan ini kupertahankan. Tapi masing-masing kita adalah suatu pribadi yang mandiri yang mempunyai kebutuhan-kebutuhannya sendiri, yang unik, dan mempunyai hak untuk mencoba memenuhi kebutuhan-kebuituhan tersebut. Aku akan berusaha untuk benar-benar menerima tingkah lakumu bila kau berusaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhanmu atau bila kau mempunyai persoalan dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut.
Bila kau membagi persoalan-persoalanmu, aku akan berusaha untuk mendengarkan dan memahaminya sepenuh hati, dengan suatu cara yang dapat mendorongmu, supaya kau dapat mencari pemecahannya sendiri dan tidak menggantungkan pemecahannya kepadaku. Bila kau punya suatu persoalan karena tingkah lakuku menggangu pemenuhan kebutuhanmu, kuanjurkan padamu supaya kau katakan padaku secara jujur dan terbuka bagaimana perasaanmu sebenarnya. Pada waktu-waktu itu aku akan mendengarkan dan lalu mencoba mengubah tingkah lakuku, seandainya aku bisa.
Tetapi, bila tingkah lakumu menggangu pemenuhan kebutuhanku, sehingga menyebabkan aku merasa tak dapat menerimamu, aku akan membagi persoalan ini denghanmu dan mengatakan dengan sejujur dan seterbuka mungkin bagaimana perasaanku, dan percaya bahwa kamu cukup menghormati kebutuhan-kebutuhanku sehingga kamu mau mendengarkan dan lalu berusaha mengubah tingkah lakumu.
Bila kita sampai pada suatu keadaan dimana seorangpun diantara kita dapat mengubah tingkah lakunya untuk memenuhi kebutuhan yang lain dan menemukan bahwa kita punya konflik dalam hal kebutuhan dalam hubungan kita, marilah kita tetapkan buat diri kita sendiri bahwa kita akan menyelesailkan konflik semacam itu dengan tanpa pernah menggunakan kekuasaanku atau kekuasaanmu untuk menang diatas puing kekalahan yang lain. Aku hormati kebutuhan-kebutuhanmu, tetapi aku juga harus memenuhi kebutuhanku sendiri. Maka marilah kita selalu berusaha mencari pemecahan yang dapat kita terima terhadapkonflik-konflik kita yang tidak terelakkan. Dengan cara ini, kebutuhanmu akan terpenuhi, demikian pula halnya dengan kebutuhanku tak ada seorangpun yang akan kalah, kita berdua.
Sebagai akibatnya, kau tetap dapat berkembang menjadi suatu pribadi dengan memenuhi kebutuhan-kebutuhanmu, demikian pula aku. Dengan begitu hubungan kita akan selalu berupa hubungan yang sehat karena memuaskan kedua belah pihak. Masing-masing dari kita dapat mengembangkan kemampuannya, dan kita dapat tetap saling berhubungan dengan rasa saling menghargai dan saling mengasihi dalam suasana damai dan bersahabat.
Thomas Gordon